Latar Belakang: Salahsatu faktor yang berhubungan dengan permasalahan remaja di Kabupaten Purworejo (280 kasus remaja hamil, 53 kasus HIV/AIDS, dan pernikahan dini) adalah kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Untuk mengatasinya, diperlukan edukasi kesehatan reproduksi dengan memanfaatkan media yang banyak dimiliki remaja, yaitu smartphone.Tujuan: Mengembangkan aplikasi edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis android di SMA Pius Purworejo. Metode: Research and development dengan model pengembangan ADDIE dengan tahap analisis kebutuhan, perancangan konsep, dan pengembangan aplikasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pembelajaran kesehatan reproduksi remaja SMA.Aplikasi dinilai oleh 35 siswa kelas XI SMA Pius.Hasil: Fitur yang dibutuhkan berdasarkan analisis kebutuhan meliputi akses offlinelogin, materi singkat, kuis dengan opsi, kunci jawaban, mitos/ fakta, IMT Converter, musik, dan video edukasi. Perancangan konsep dilakukan dengan penetapan materi dan soal (26 soal kuis AKU dan 20 soal mitos/ fakta), fitur pendukung (akun pemain, pengaturan, tentang, tutorial), konsep skor, dan asset data (simbol, ikon, .png). Aplikasi dibuat lalu divalidasi oleh validator untuk revisi aplikasi.Ahli materi mengoreksi salah ketik dan perombakan kata di materi dan soal.Ahli media menyarankan koreksi tampilan agar lebih menarik.Tidak ada koreksi dari validator terakhir.Persentase penilaian aplikasi oleh siswa adalah 85% (kategori sangat baik).Kesimpulan: Menurut pendapat siswa SMA Pius, aplikasi menarik untuk digunakan, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan remaja SMA. Disarankan adanya pembaharuan tampilan, backsound, dan soal kuis yang lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *