Field Trip Mahasiswa Prodi biologi IKIPMU Maumere

Sabtu 8 Desember 2018, sebanyak 23 mahasiswa Fakultas Pendidikan MIPA, Jurusan Pendidikan Biologi, didampingi oleh Dosen Pembimbing melaksanakan kegiatan FieldTrip ke Desa Hikong, Kecamatan Talibura tepatnya di Kebun Belajar milik Bapak Herman Hompi (kebun belajar dampingan NGO Rikolto Indonesia mitra Caritas Keuskupan Maumere dan KSU ROMEO. 

Rombongan berangkat dari kampus IKIPMU Maumere pukul 07.00 Wita dan sampai di lokasi kebun belajar pukul 09.00 Wita. Kebun Bapak Herman Hompi dengan luasan lahan yang kurang dari 1 Ha yang berada dibelakang rumah dengan aplikasi teknik sistem berkebun wanatani dan tanaman kakao sebagai tanaman utama menyajikan banyak pembelajaran dan pengetahuan praktis kepada para mahasiswa. Selain bapak Herman Hompi, hadir juga Pak Tony Suryo Kusumo (Koordinator Rikolto Indonesia untuk Kabupaten Sikka) yang membagikan ilmu dan pengetahuan mengenai pertanian khususnya sistem wanatani.

Diluar dugaan kami bahwa kegiatan Fieldtrip ini hanya bersifat mengunjungi kebun belajar, kedatangan kami disambut dengan susunan acara yang sudah dipersiapkan oleh Bapak Herman dan Pak Tony serta kelompok tani dampingan Rikolto setempat. Diawali dengan suguhan sarapan, mahasiswa langsung mendapatkan penjelasan materi sistem wanatani dan manajemen budidaya serta pascapanen kakao (09.00 – 10.30 Wita) dari Pak Tony & Bapak Herman. Pengetahuan teknis selanjutnya diberikan langsung di kebun sambil mengunjungi kebun belajar (10.30 – 11.30). Berbekal pengetahuan serta materi yang diperoleh, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan beberapa praktek pertanian yaitu: melakukan praktek penyambungan klon unggul tanaman kakao (sambung samping & sambung pucuk), penyambungan klon unggul tanaman kopi, aplikasi penyemprotan Promi (pupuk organik dan dekomposer organik dari jamur Aspergilus sp dan Tricoderma), serta melakukan praktek pembuatan pupuk kompos dari sampah organik (11.30 – 12.15 Wita).

 “Kami ini hanya petani jadi kami hanya bisa bekerja sesuai dengan apa yang mereka ajar (sambil gestur kepala kearah pak Tony), ade- ade pasti punya banyak ilmu yang kalian sudah belajar, jadi kami minta sebelum pulang dari sini bisa ade-ade titipkan mungkin apa yang perlu kami buat lagi di kebun yang dari tadi sudah kita belajar”. Sepenggal kalimat yang diungkapkan dari Bapak Herman ketika diskusi bersama disela waktu istirahat dan makan siang dengan tujuan untuk meminta feedback dari kunjungan ini. Dengan keakraban yang sudah dibangun sejak pagi, diskusi menjadi begitu hangat dan menjadi beberapa point sekiranya perlu juga dilakukan atau ditambahkan dalam kebun belajar yang diberikan dari para mahasiswa dalam diskusi tersebut. Hal yang hampir senada juga disampaikan Pak Tony selaku koordinator Rikolto Indonesia untuk wilayah dampingan Kabupaten Sikka. “Kami merasa sangat senang dan bangga kebun kami dikunjungi hari ini, keinginan kami adalah semoga generasi muda zaman ini semakin tertarik pada dunia pertanian; seperti apapun profesi manusia di Indonesia atau di dunia manapun tidak akan pernah terlepas dari dunia pertanian, karena dari pertanian itulah sumber makanan dapat tersedia”, begitu tambahan yang dilontarkan Pak Tony.

Pukul 13.00 Wita, rombongan pengunjung diantar ke kebun yang sama milik Bapak Polo yang letaknya tidak jauh dari lokasi setempat. Dengan pola pertanian yang sama, kebun Bapak Polo juga menyajikan pemandangan hijau yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Diskusi sambil berkunjung ke kebun ini akhirnya membuat rombongan menunda waktu keberangkatan pulang lebih satu setengah jam dari jadwal yang seharusnya. Markus Maryolys Verrystanto S.P, M.M.A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *